Loading...

Daftar Koleksi Buku Digital

Jumlah Data Ditemukan: 188

Menilik Kepintaran Teknis Para Seniman Grafis

Para seniman memiliki cara mereka sendiri dalam berkarya. Aneka teknik, ragam dan gaya inilah kesan yang diberikan oleh seni. Mereka percaya bahwa seni adalah ungkapan emosi dan kepribadian individu. Karena itu, hasil seni penuh daya gugah dan hal-hal tersirat, kaya makna, hingga pada dasarnya rancu. Seni penuh dengan kespontanan, banyak improvisasi, tak dapat dikendalikan secara intelektual, dan tidak direncanakan.


Mengintip Museum OHD dan Sejumlah Koleksinya

Satu per satu kolektor seni rupa Indonesia membangun museum pribadi dan membuka pintu bagi masyarakat untuk turut menikmati koleksi mereka, salah satunya ada Museum OHD milik Oei Hong Djien yang memanfaatkan bekas gudang tembakau yang sedikit diubah untuk dijadikan museum. Oei dikenal sebagai kolektor yang bisa menceritakan dengan terperinci sejarah suatu karya serta fasih menguraikan teknik dan makna dari karya tersebut.


Magnet Bioskop Alternatif

Jenuh dengan film tayangan bioskop arus utama, sejumlah penonton film berpaling ke bioskop alternatif. Di sini mereka disuguhi segudang film berkualitas tinggi yang lebih berani dari sisi cerita, meski kurang sukses di pasar. Banyak film Indonesia yang sudah tidak tayang di bioskop diputar kembali. Lebih dari sekadar tempat berkumpul penikmat film, bioskop alternatif sekaligus merupakan kawah candradimuka para sineas lokal yang tengah tumbuh.


Lukisan di Dinding Kota

Mengekspresikan seni sekarang tidak terbatas pada kanvas saja, di tangan para seniman jalanan ini, dinding kota pun disulap menjadi sebuah pameran seni. Mural biasa digunakan oleh seniman jalanan sebagai media untuk menyampaikan kritik sosial di dinding-dinding kota. Dinding-dingin kota dijadikan sebagai ruang untuk berekspresi, menuangkan pontesi yang dimiliki. Gambar-gambar yang dilukis pada mural pun berisikan pesan moral bagi masyarakat.


Manajer para Pesohor

Siang itu Adik Karuniawan terkesan dandy dan sibuk. Manajer artis berumur 35 tahun itu mengenakan kemeja biru dongker dan celana jins hitam beraksen sobek-sobek yang menyamarkan tubuh berisinya. Rambut cepaknya tersisir rapi. Dia duduk sambil asyik berkutat Manajer Artis Adik Karuniawan. [TEMPO/Seto Wardhana] 13 dengan telepon pintarnya di sebuah kafe di Pondok Indah Mall 2, Jakarta, Selasa lalu. “Enggak sibuk-sibuk banget, sih. Cuma, karena Kamis saya akan liburan ke Jepang, banyak urusan yang mesti diselesaikan sekarang,” katanya.


Lahirnya para Sutradara

Selama hampir 15 menit kamera terus merekam wajah Ukar Karman yang tengah nyerocos dengan logat Betawi. Sembari menyetir, ia bertutur ihwal pengalamannya menjadi sopir taksi di Ibu Kota. Dari pertemuannya dengan pekerja seks, orang mabuk, dua orang bule yang bercinta di jok belakang taksinya, hingga pengalamannya ditodong badik oleh seorang perampok. Barulah pada menit terakhir, kamera ganti menyorot kaca depan mobil, menampilkan jalan Jakarta yang diguyur hujan.


Mengemas Ulang Tembang Usang

Dalang wayang golek Asep Sunandar Sunarya pada era 1980-an punya inovasi yang mengangkat namanya. Ia membuat penampilan si Cepot--salah satu punakawan--lebih atraktif karena rahang bawahnya bisa bergerak-gerak saat berbicara. Atau karakter wayang lainnya yang bisa memuntahkan mi dan kepala terlontar dari tubuh. Kini sutradara Asep Budiman memuat inovasi yang lain.


Melesat Menembus 160 Km/Jam

Jam menunjukkan pukul 05.58 pada Ahad pekan lalu. Langit di depan gedung Senayan City, Jakarta, masih biru gelap. Belum ada satu pun kendaraan yang lewat di Jalan Asia-Afrika Nomor 19 itu. Tak lama kemudian, keheningan itu pecah. Sebuah Lamborghini meraung dari kejauhan. Dia melenggang sendiri di jalanan yang sepi. Sesaat kemudian mobil mewah berwarna hijau daun bikinan Italia tersebut menepi di lobi utama pusat belanja di tengah Jakarta itu.

Top